Pandemi global COVID-19 atau virus corona sudah beberapa bulan melanda dan menyebar ke berbagai penjuru dunia. Virus yang pertama kali menyerang Wuhan ini sudah mengubah cara hidup dari masyarakat dunia sehari-hari secara umum.

Sejak kemunculannya, virus corona terbukti telah membawa efek besar terhadap banyak aspek, seperti aspek sosial, ekonomi, dan tentunya juga efek terhadap lingkungan. Apakah semuanya bersifat negatif? Tentu tidak, guys.

Di tengah segala tekanan akibat pandemi ini, ternyata ada dampak positif yang secara tidak langsung kita rasakan. Kalian tau nggak sih? Terhitung sampai hari ini, kadar polusi udara menurun drastis secara global.

Social distancing yang diterapkan untuk menekan laju penyebaran virus sangat berkontribusi terhadap penurunan kadar polusi ini, guys. Selama social distancing, berbagai aktivitas sosial dan ekonomi sangat dibatasi, masyarakat diharuskan untuk tetap berdiam diri di rumah masing-masing.

Pembatasan aktivitas ini tentu membuat penggunaan alat transportasi menjadi berkurang, baik transportasi pribadi maupun transportasi umum. Sudah kebayang kan bagaimana efeknya buat lingkungan? Yap, udara menjadi lebih bersih bebas polusi.

Semua ini berkat penurunan kadar emisi karbon yang biasa dihasilkan dari kendaraan. Normalnya, transportasi yang digunakan sehari-hari berkontribusi setidaknya sampai 72% pada emisi gas rumah kaca. Tentu ini bukanlah angka yang kecil, guys. Tidak heran jika berkurangnya penggunaan alat transportasi berpengaruh besar terhadap kadar emisi ini.

Sungai di Venice kembali jernih hingga terlihat dasar sungai tersebut.

Kini, kabarnya, kadar emisi karbon di China sudah menurun sampai 25% sejak awal tahun lalu, loh. Menurut Kementrian Ekologi dan Lingkungan di China, kualitas udara bersih di sana naik sampai 11,4%. Bahkan, di New York saja, tingkat polusi udara berkurang hampir 50%, guys. Wah, keren kan? Hal ini juga tentu berlaku di berbagai negara lainnya, termasuk Indonesia.

Namun, menurut Rob Jackson selaku pakar lingkungan Universitas Stanford, penurunan tingkat polusi selama social distancing tidak akan bertahan lama. Jumlah emisi gas akan kembali naik seiring dengan meredanya pandemi global ini.

Kondisi lingkungan yang demikian sedikit banyak menyadarkan kita bahwa sangat dibutuhkan perubahan berkelanjutan setelah pandemi selesai, demi keberlangsungan Bumi yang kita tempati. Dengan kata lain, ada yang perlu diubah dari gaya hidup kita selama ini untuk mempertahankan kadar polusi di tingkat yang rendah.

Nah, kira-kira bagaimana caranya? Yang paling sederhana, barangkali kita bisa mencoba mengurangi penggunaan transportasi pribadi sehari-harinya. Jika harus pergi keluar dengan jarak yang dekat, kita bisa memilih untuk berjalan kaki saja. Atau, kita juga bisa memanfaatkan transportasi umum yang ada di jalanan.

Tentu upaya sekecil apa pun akan sangat berarti untuk Bumi kita, guys. Jika kita semua bekerja sama, udara yang bersih bisa tetap kita ciptakan meski imbauan social distancing sudah tidak lagi diterapkan. Memangnya, siapa sih yang tidak mau terbebas dari polusi?

By : Mawar Hijati | BILMODESIGN.COM

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share