Istilah “pembeli adalah raja” sepertinya memang tetap perlu diterapkan dalam dunia marketing. Meski terdengar klasik, tapi istilah tersebut masih sangat relevan sampai saat ini. Tapi, apa sih arti dari pembeli adalah raja?

Dalam istilah ini, konsumen diposisikan sebagai pusat dari segala strategi pemasaranmu. Segala hal yang kamu terapkan dan jalankan harus berdasarkan riset dari sudut pandang konsumen tentunya. Sesederhana, apakah produkmu menjawab kebutuhan mereka?

Untuk bisa menaikkan penjualan secara signifikan, maka yang perlu kamu lakukan adalah mengambil hati calon konsumen. Tapi, hal ini tak cukup hanya dengan menawarkan produkmu dan menjelaskan apa keunggulannya. Kamu tetap perlu strategi khusus agar calon konsumen merasa tertarik.

Berikut adalah 4 cara ampuh memengaruhi konsumen:

Sebut nama mereka

Terkesan sepele sekali, ya? Tapi sebenarnya, penyebutan nama konsumen bisa memberikan dampak yang cukup besar, loh! Saat kita memanggil konsumen dengan namanya, mereka akan merasa lebih dekat. Personal touch ini tentu sangat kamu butuhkan untuk mengambil hati konsumen lebih jauh.

Tanya apa kebutuhan konsumen

Dengan menanyakan apa yang mereka butuhkan, tentu ini akan membuat konsumen merasa diperhatikan. Selain itu, kamu juga bisa lebih memahami apa yang harus kamu tawarkan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Selalu gunakan sudut pandang konsumen

Dalam marketing, sudut pandang yang penting untuk kamu pegang bukanlah sudut pandangmu sendiri, melainkan sudut pandang dari konsumen. Hal ini bisa kamu terapkan melalui market research untuk mengetahui karakteristik konsumenmu dalam membeli satu produk atau jasa.

Beri mereka sedikit desakan

Desakan di sini bukan berarti memaksa mereka untuk membeli ya, guys. Mendesak konsumen artinya memberikan penawaran khusus yang membuat konsumen merasa seolah-olah harus melakukan transaksi saat itu juga. Sebagai contoh, buat promo dengan kalimat “hanya hari ini”.

Nah dari keempat cara di atas, manakah yang sudah selalu kamu terapkan, Bilmo People?