Saat pertama kali membuat website, pasti kamu sudah mengira bahwa keberadaan website bisa langsung otomatis menaikkan penjualan secara drastis. Apakah ini pandangan yang salah?

Tentu tidak sepenuhnya salah, guys. Karena salah satu fungsi website memanglah untuk menaikkan penjualan. Tapi, perlu dicatat bahwa website-mu tetap butuh perhatian penuh secara berkala, untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Lalu, bagaimana kalau kasusnya, calon konsumen sudah klik dan masuk website, tapi tak sampai satu menit sudah keluar lagi?

Ini adalah salah satu hal krusial yang penting untuk kamu perhatikan, guys. Jika calon konsumen langsung keluar tanpa melakukan action lebih lanjut, tentu website-mu tidak akan bisa menaikkan penjualan.

Sebelum dikupas lebih lanjut, berikut adalah 3 alasan kenapa hal ini bisa terjadi:

Loading yang terlalu lama

Hampir setiap orang tidak akan tahan menghadapi loading yang lama. Saat website diklik tapi loading-nya terlalu lama, maka kemungkinan calon konsumen keluar akan lebih besar lagi.

Tata letak dan elemen yang berantakan

Tata letak rapi dan enak dilihat adalah salah satu strategi visual yang patut kamu perhatikan agar website tampak menarik dan dapat dijelajahi dengan jelas. Bayangkan jika kamu masuk ke sebuah situs, tapi tata letaknya sangat berantakan, pasti tidak akan tertarik lebih lanjut, kan? Begitu pula dengan calon konsumenmu, guys.

Tidak menyediakan informasi yang lengkap dan up to date

Mau menaikkan penjualan lewat website, tapi tidak rutin memperbaharui kontennya? Maka jangan harap calon konsumen akan melabuhkan hatinya pada produkmu. Jika konten di website tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan informasi mereka, apalagi dengan konten jadul yang tak pernah diperbaharui, maka akan sulit untuk calon konsumen menumbuhkan trust. Ingat, dalam bisnis, kebutuhan konsumen adalah nomor satu.

Nah setelah melihat uraian di atas, kira-kira, mana alasan yang paling mendekati kasusmu, Bilmo People? Mari mulai evaluasi!