Setelah mengulas tentang jenis-jenis customer pain point, mungkin sekarang kamu sampai pada pertanyaan: bagaimana cara menyelesaikan customer pain point?

Segala kesulitan yang dialami oleh customer sangat penting untuk kita analisis dan dicari solusi permasalahannya. Karena jika tidak, kemungkinan customer berpaling pada brand lain akan menjadi lebih besar.

Berikut adalah 3 tips menyelesaikan customer pain point yang bisa kamu coba:

Selesaikan secara spesifik sesuai masalah yang dihadapi

Setiap jenis pain point tentu mempunya karakteristik yang berbeda, karena itu penanganannya juga pasti berbeda. Satu metode penyelesaian tidak bisa diterapkan rata pada semua pain point. Dalam hal ini, setelah mengidentifikasi kesulitan apa yang dihadapi oleh customer, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah mencari solusi dengan pendekatan yang memang sesuai dengan jenis pain point tersebut.

Perjelas manfaat

Saat bertemu dengan pain point, bisa saja customer terpikirkan untuk membatalkan proses pembelian atau mencari produk dari brand lain yang lebih mudah dan lebih sesuai dengan kebutuhannya. Di sini hal penting yang harus dilakukan adalah perjelas kembali manfaat dari solusi yang ditawarkan. Buat customer yakin bahwa solusi tersebut memang dapat mengatasi kesulitan yang ia hadapi.

Gunakan cara komunikasi yang efektif

Dalam menyelesaikan permasalahan apa pun, komunikasi menjadi hal paling krusial yang harus diperhatikan. Hal ini dimaksudkan agar tidak adanya miscommunication yang pada akhirnya membuat permasalahan sulit untuk diselesaikan.

Jadi, saat mengomunikasikan setiap kesulitan yang dihadapi customer, kita harus selalu menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, dengan pembahasan yang runtut. Dalam hal ini, mempertimbangkan siapa lawan bicara juga sangat penting untuk bisa memilih bahasa seperti apa yang bisa dimengerti dengan baik.

Nah dari beberapa tips di atas, tips manakah yang sudah pernah kamu terapkan dalam menghadapi customer pain point?