Dalam berbisnis, tentu kita tidak akan pernah terlepas dari kompetitor. Persaingan pasar membuat bisnismu harus terus berkembang sekaligus mengevaluasi bagaimana posisimu di antara para kompetitor.

Lalu, bagaimana jika customer memutuskan untuk berpindah ke kompetitor? Apakah harus dibiarkan? Tentu jangan dibiarkan, karena pasti ada alasan kuat kenapa mereka lebih memilih kompetitor dibanding kita.

Dengan mengetahui alasannya, maka akan lebih mudah untuk kembali menarik hati customer dan berusaha menjadi top of mind di antara kompetitor.

Berikut 3 hal yang bisa kamu lakukan saat customer berpindah ke lain hati:

Cari tahu apa yang diinginkan customer

Customer adalah raja, betul. Segala strategi yang kamu terapkan harus sudah sesuai dengan apa yang memang dibutuhkan oleh customer. Karena pada hakikatnya, bisnis ini tercipta untuk menjawab kebutuhan mereka, bukan? Untuk itu kita harus benar-benar membuat mereka yakin bahwa kitalah yang mereka butuhkan.

Dengan mengetahui apa saja keinginan mereka, kita bisa lebih mudah untuk berkomunikasi dan mencoba memengaruhi customer.

Tonjolkan kelebihanmu dibanding kompetitor

Jadilah beda. Cari apa yang menjadi kelebihanmu dan tidak ada pada kompetitor. Dengan menonjolkan kelebihan ini, kita bisa membuat customer lebih yakin bahwa kitalah tujuan mereka.

Bangun branding yang baik dan konsisten

Branding yang baik akan membantumu terlihat lebih unggul dibanding para kompetitor. Akan sangat percuma jika kamu mempunyai produk dengan kualitas terbaik, tapi tidak dibarengi dengan strategi branding yang tepat. Tentu para customer tidak akan melihatmu sebagai top of mind di antara ketatnya persaingan dengan kompetitor lain.

Dalam berbisnis, persaingan adalah hal yang biasa, tapi bukan berarti bisa kita sepelekan. Jadikan kompetitormu sebagai acuan untuk kamu terus berkembang, dan menjadi yang paling unggul. Sudah coba ketiga cara ini, Bilmo People?