Semua pebisnis pasti ingin bisnisnya dapat berkembang dan bertahan dalam periode jangka panjang, termasuk kamu juga, kan, Bilmo People? Nah, untuk bisa mencapainya, dibutuhkan strategi khusus selain mengejar penjualan harian, salah satunya dengan strategi branding yang tepat.

Namun, dalam penerapannya, seringkali kita melewatkan hal-hal kecil yang tampak sepele tapi ternyata berpengaruh besar terhadap branding. Berikut adalah 3 kesalahan yang perlu kamu hindari:

Tidak Konsisten

Tidak semua orang menyukai aturan. Tapi dalam beberapa hal, termasuk branding bisnis, kamu perlu menyusun aturan yang dijadikan acuan untuk melakukan berbagai aktivitas brand, seperti pemasaran.

Sekarang sudah banyak yang melakukan pemasaran di berbagai channel marketing. Pertanyaannya, apakah branding di semua channel tersebut tetap konsisten? Belum tentu, guys. Untuk memudahkan brand melekat di ingatan target audiens, dibutuhkan konsistensi dalam melakukan branding. Di sinilah brand guidelines dibutuhkan, yang mencakup brand style, tone of voice, warna, dan segala sesuatu yang mereprentasikan brand kepada target. Brand guidelines ini berguna agar proses pemasaran tetap berjalan sesuai jalur yang sudah dibuat.

Tidak punya unique selling point

Unique selling point adalah aspek yang membedakan brand milikmu dengan brand yang lain. Mengapa ini dibutuhkan? Semakin hari, kompetitor semakin bertambah. Ada banyak sekali brand lain yang menjual produk dan jasa yang serupa. Jika kita tidak mempunyai pembeda, maka akan sulit untuk mengalahkan kompetitor.

Sebagai contoh, brand Apple yang sampai hari ini masih menjadi top of mind meski kompetitornya semakin banyak. Hal ini tak lain karena mereka konsisten dan fokus membangun branding sebagai solusi kehidupan yang lebih cerdas, lebih mewah, dan lebih eksklusif.

Tidak sesuai target market

Segala strategi yang akan kita lakukan, harus benar-benar berkaca pada siapa pasar kita. Branding yang tidak sesuai target market hanya akan membuat calon konsumen merasa tidak related dengan brand, dan akan beralih ke brand lain yang mereka rasa lebih sesuai dengan kebutuhannya.

Sebagai contoh, jika target pasarmu adalah generasi Z, maka akan lebih menarik jika branding disesuaikan dengan minat mereka, seperti dari tone of voice yang terkesan lebih santai, selalu mengikuti tren, dan gaya desain yang tidak terlalu kaku.

Nah dari ketiga kesalahan di atas, coba diingat-ingat lagi mana yang pernah kamu lakukan, Bilmo People? Jika ada, maka sekarang adalah waktunya untuk mengubah strategi agar brand-mu bisa melekat di hati konsumen!